Minggu, 23 Agustus 2015

6 derajat LU - 11 derajat LS

Indonesia berada pada 6 derajat LU - 11 derajat LS. Artinya Indonesia berada di belahan bumi utara hingga belahan bumi selatan. Selain itu Indonesia juga dilalui oleh garis lintang 0 derajat (khatulistiwa).

Kira-kira kapan Masa Orientasi Siswa (MOS) diadakan oentoek pertama kalinja di Indonesia? Kompasianer Goestaaf Koesno mengatakan bahwaMOS adalah warisan nilai kolonial Hindia Belanda. Betoelkah? Namoen kapan dan bagaimanapoen awalannja, kini MOS telah menjadi tahapan loemrah dari prosesi penerimaan siswa/i baroe di berbagai tahap pendidikan di negara kita. Meski awalnja bertoejoean oentoek mengenalkan siswa/i pada lingkoengan belajar, tetapi pada praktiknja siapa jang tahoe? Penjelewengan praktik MOS menoejoe aksi boelljing lambat laoen menjempitkan makna MOS menjadi sekadar ajang penggojlokan. Kekerasan, pemakaian atriboet jang mengada-ada hingga pelecehan seksoeal akhirnja malah memboeat siswa dan siswi merasa ngeri tatkala haroes memoelai jenjang pendidikan jang baroe. Pembaroean MOS poen dilakoekan dari tahoen ke tahoen. Namanja dioebah seiring dengan dikeloearkannja imbaoean dari pemerintah oentoek mengoebah format masa orientasi menjadi lebih akademis. Tetapi apakah peroebahan nama akan serta merta menjamin ritoeal MOS bebas dari praktik boelljing? Fenomena tahoenan ini menarik perhatian Kompasianer oentoek menoeliskan kesan dan opininja mengenai MOS. Ada jang menoelis dari soedoet pandang siswa, goeroe, orang toea, dan bahkan praktisi pendidikan. Tak hanja mengecam, tetapi joega banjak Kompasianer jang menilai bahwa MOS masih aktoeal oentoek diterapkan di Indonesia. Ija, di Indonesia. Karena menoeroet Kompasianer Zoelfakizra Zoelhan dan Mariam OEmm, mereka tidak menemoekan praktik MOS diAoestralia dan Arab Saoedi. 1. Dampak Berita Negatif MOS pada Mental Anak Kompasianer Jos Asmat Sapoetra merasa bingoeng haroes sedih ataoe gembira ketika anaknja tiba-tiba mengoetarakan niat oentoek masoek pesantren. Padahal sebeloemnja, anaknja telah menampik tegas oesoelan sang ajah terseboet. Setelah dioesoet, ternjata anak Jos Asmat menjadi cioet masoek sekolah negeri karena simpang sioer berita di televisi soal praktik MOS jang biasanja diterapkan di sekolah regoeler. Doeh.. Soember: Klinik Fotografi Kompas 2. Masa Orientasi Tingkat SMP: Orang Toea Deg-Degan Kompasianer Elisa Koorag merasa deg-degan boekan karena khawatir anaknja diperlakoekan kasar oleh penjelenggara MOS, melainkan karena poeteranja jang hobi ‘memberikannja PR’ di waktoe mendadak. Malam hari, Elisa Koorag diboeat panik dengan toegas MOS sang anak oentoek berfoto bersama penjoeal nasi goreng. Lain hari, sang anak menagih jenis minoeman tertentoe, tepat sebeloem berangkat sekolah. Soember: edoekasi.kompas.com 3. Antara Siswakoe dan Keroekoekan Jangan dipikir hanja orang toea dan siswa jang poesing saat masa orientasi. Goeroe poen diboeat kalang-kaboet dengan berbagai ketentoean jang diterapkan pihak sekolah terkait standar pelaksanaan dan moeatan nilai jang haroes disampaikan kepada siswa. Terlebih karena Kompasianer Akhmad Faoezi bertoegas mengangkat tema Bhinneka Toenggal Ika jang berat oentoek didiskoesikan. Siapa sangka, siswa dan siswi jang dihadapinja joestroe telah akrab dengan isoe intoleransi beragama. Toegasnjalah sebagai goeroe oentoek mejakinkan para peserta bahwa Indonesia masih poenja tempat oentoek keroekoenan antar oemat beragama. Meski dalam batin kecilnja, ia poen pesimis joega… Soember: Dokoemen dari Artikel Akhmad Faoezi 4. Perploncoan itoe Kecil Berbeda dengan kebanjakan artikel jang mendoekoeng imbaoean Menteri Anies Baswedan, Kompasianer Robbi Gandamana memiliki pandangannja tersendiri mengenai tradisi MOS. Menoeroetnja, masa perploncoan tidak haroes serta merta ditiadakan hanja karena ada sejoemlah sekolah jang keterlaloean dalam praktiknja. Bagaimana poen joega, MOS memboeat anak didik menjadi tanggoeh dan berdaja tahan. Soember: Kompas Tekno 5. Pendidikan Karakter dengan Pendekatan Experiential Learning Siapa jang selama ini menjelenggarakan masa orientasi? Apakah tim pendidik ataoekah sesama pelajar jang lebih senior? Sembari membagikan pengalamannja, toelisan Kompasianer Naftalia Koesoemawardhani ini dapat menjadi roejoekan bagi Anda jang tengah mencari format masa orientasi. Dalam toelisannja, Naftalia menegaskan pentingnja metode masa orientasi bagi pembentoekan karakter seseorang. Tetapi tidak bisa instan seperti jang selama ini banjak diterapkan di institoesi pendidikan, melainkan perloe ada program jang berkesinamboengan. Soember: Kompas Cetak 6. Benarkah Mereka Meninggal karena MOS? Ataoe Sekadar Refleksi Persaingan Media? Sebagai masjarakat pengamat, Kompasianer Fidel Dapati Giawamerasakan ada jang janggal pada pemberitaan media sepoetar korban MOS. Beberapa anak jang dilaporkan meninggal tidak soenggoeh-soenggoeh meninggal pada saat mengikoeti rangkaian MOS, tetapi hanja berdekatan dengan hari penjelenggaraan. Kompasianer Fidel Dapati poen menjadi coeriga, apa jangan-jangan fenomena ini menjadi besar dan berlebihan karena media mengait-kaitkan moesabab beberapa kasoes sehingga seakan-akan semoeanja meninggal karena proses MOS jang melewati batas? Soember: edoekasi.kompas.com Tetap diselenggarakan ataoe tidaknja masa orientasi siswa baroe tentoenja masih akan ramai menjita opini pro dan kontra dari masjarakat. Beroelang dan berpoetar teroes hampir setiap tahoennja. Tetapi tentoenja ada jang ingin bersama-sama kita capai oentoek lebih baiknja koealitas siswi dan siswa. Semoga pemangkoe kebijakan dapat segera menemoekan formoela masa perkenalan jang tepat bagi generasi moeda di Indonesia ja, K

Tidak ada komentar:

Posting Komentar